Sejarah

Akar dari Seni Kriya di SMKI Surakarta
Pada tahun pelajaran 1986–1987, SMKI (Sekolah Menengah Kerawitan Indonesia) Surakarta—yang saat itu sudah memiliki jurusan Seni Tari, Karawitan, dan Pedalangan akan menambahkan satu jurusan lagi, yaitu jurusan Seni Kriya, yang nanti dikemudian hari akan menjadi cikal bakal berkembangnya institusi baru yang kelak menjadi SMK Negeri 9 Surakarta. Hal tersebut sejalan dengan adanya program pemerintah yaitu program vokasi yang bertujuan untuk mengatasi tingginya angka pengangguran di kalangan remaja.
Pendirian Resmi SMSR
Kemudian pada tanggal 11 Juni 1990 keluarlah SK dari pemerintah yaitu SK No D3 8910/1990 menetapkan berdirinya SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa) Surakarta sebagai lembaga pendidikan mandiri yang menaungi jurusan kriya yang sebelumnya masih berada di SMKI. Dalam perjuangannya menjadi SMSR Surakarta terdapat beberapa tokoh perintis diantaranya :
1. Drs. H. R. Wiranto, Kepala SMKI Surakarta, merangkap sebagai kepala SMSR hingga 30 Juni 1992.
2. Dra. Siti Ngadili, menggantikan Bp. Wiranto yang pensiun, mulai tanggal 1 Juli 1992.
3. Drs. Nur Sulaiman, ditetapkan sebagai kepala sekolah pertama SMSR setelah memiliki SK terpisah, dengan gedung sekolah masih menjadi satu dengan SMKI yaitu di Jl. Konservatori Kepatihan Wetan, Jebres Surakarta hal ini disebabkan pada waktu itu gedung SMSR Surakarta masih dalam tahap pembangunan.
Penempatan di Gedung Baru & Peresmian
Pada bulan Juni 1993, SMSR menempati gedung baru di Jl. Tarumanegara, Banyuanyar, Surakarta, meski fasilitas masih sederhana. Kemudian, pada tanggal 18 Juni 1994, dilakukan peresmian oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu yaitu Prof. Ing. Wardiman Djojonegoro dengan dibuka tiga jurusan baru yaitu Seni Rupa, Kerajinan Kayu, dan Kerajinan Tekstil
Perkembangan Jurusan dan Rebranding Menjadi SMKN 9 Surakarta

Pada tahun 2001–2002, SMSR menambah satu jurusan yaitu Kerajinan Logam
Kemudian pada tahun 2005, dipimpin Kepala Sekolah Drs. Sudarto, MM, SMSR menambah 2 jurusan lagi yaitu jurusan Multimedia dan Animasi. (Jurusan Multimedia menjadi yang pertama dan favorit di Surakarta saat itu). Pada tahun ini pula SMSR berganti nama menjadi SMK Negeri 9 Surakarta
Pada tahun 2008, SMKN 9 Surakarta membuka dua jurusan lagi yaitu Tata Busana dan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Kemudian pada tahun 2009, SMKN 9 Surakarta membuka jurusan baru kembali, yaitu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), sehingga total saat ini mencapai 9 jurusan. Sekolah juga meraih sertifikasi ISO 9001:2008 dan tengah menuju status Sekolah Berstandar Internasional (SBI). 

Pada Era Kurikulum Merdeka (2022-2023) terjadi perubahan peraturan, jurusan Multimedia SMKN 9 Surakarta di fokuskan ke 2 jurusan yaitu jurusan DKV dan Animasi, jadi jurusan Mutimedia sudah tidak ada di SMKN 9 Surakarta. Kemudian jurusan Kriya Batik dan Tekstil, Kriya Kayu dan Rotan, Kriya Logam dan Perhiasan disatukan dengan nama Desain dan Produksi Kriya (DPK). Secara garis besar, jurusan di SMKN 9 Surakarta sekarang terdiri dari :

  1. Seni Rupa
  2. Desain Komunikasi Visual (DKV)
  3. Animasi
  4. Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
  5. Busana
  6. Desain dan Produksi Kriya (DPK)